🦏 Makalah Seni Rupa 3 Dimensi
AliranSeni Rupa 2 Dimensi Beserta Gambar Dan Pelukisnya | Pdf from id.scribd.com. Gambar dan 10 contoh karya seni rupa 3 dimensi. Makalah kasus manipulasi laporan keuangan pt kai; Makalah kasus kekerasan dalam rumah tangga; Source: id.scribd.com. Makalah karya seni rupa 3 dimensi; Rahasia cara menjinakkan sugar glider dengan cepat dan mudah.
Penjelasankarya seni rupa tiga dimensi akan meliputi media dan teknik pemuatan. Di dalam makalah ini juga kami menampilkan gambar-gambar yang merupakan contoh karya seni rupa tiga dimensi. B. Rumusan Masalah 1. Uraikan Hal-Hal Yang Kamu Ketahui Tentang Seni Rupa 2 Dimensi dan 3 Dimensi ! C. .
karyaseni rupa ada 2 macam, yaitu karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. untuk karya seni rupa 3 dimensi contohnya patung, monumen, dan tugu. adapun simbol yang tedapat dalam contoh seni rupa 3 dimensi diantaranya : a] patung katak, simbol yang terdapat dalam patung katak adalah simbol peminta hujan
contohmakalah seni budaya karya seni 3 dimensi ARSITEKTUR SENI BUDAYA SENI RUPA 3 DIMENSI ARSITEKTUR Disusun oleh : Kelompok 2 1. Deshinta Ajeng Rahmadani.08 2. Dwi Nuryatin.10 3. Dyah Nur Utami11 4.
MAKALAH"PAMERAN KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI & TIGA DIMENSI" DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1 ASNIDAR ASRIANI APIT APRISAL ANDI BINTANG MUH. RIFAL FEBRIAN SMA NEGERI 01 BOMBANA TAHUN 2022 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
karyaseni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai dua ukuran (panjang dan lebar) sedangkan karya seni rupa tiga dimensi mempunyai tiga ukuran (panjang, lebar dan tebal) atau memiliki ruang. 1 f contoh karya dua dimensi contoh karya tiga dimensi berdasarkan kegunaan atau fungsinya, karya seni rupa digolongkan ke dalam
1Latar Belakang Seni rupa tiga dimensi adalah seni rupa yang memerlukan ruang, karena mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tebal. Karena seni rupa tiga dimensi tidak mempunyai bidang datar dan tidak datar, sehingga penempatannya berdiri lepas artinya tidak tergantung pada dinding sebagai dasarnya, sebagai contohnya patung, seni bangunan
Mengidentifikasidan Meng apresiasi Karya Seni Rupa 3 Dimensi ini merupakan salah satu tugas sekolah yang mungkin banyak dicari para siswa, terutama siswa setingkat SMA. Karena berdasar pengalaman saya saat mencari di google dengan kata kunci " Mengidentifikasi dan Meng apresiasi Karya Seni Rupa 3 Dimensi", saya menemukan banyak sekali web yang menggunakan kata kunci tersebut, tapi isinya
Latarbelakang kami menulis makalah ini ialah untuk menjelaskan karya seni rupa tiga dimensi secara lebih rinci. Penjelasan karya seni rupa tiga dimensi akan meliputi media dan teknik pemuatan. Di dalam makalah ini juga kami menampilkan gambar-gambar yang merupakan contoh karya seni rupa tiga dimensi. B. Rumusan Masalah 1.
Senirupa tiga dimensi membuat kerajinan tangan dari daur ulang bahan yang sudah tidak terpakai, yaitu " membuat vas bunga. A. Desain Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Kemudian, kata "desain" dapat digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja.
QEb60. Apresiasi karya seni rupa 3 dimensi memiliki banyak kesamaan dengan apresiasi seni dua dimensi. Berbeda dengan karya dua dimensi yang berdimensi tidak sama dengan kehidupan kita, karya 3 dimensi memiliki dimensi yang sama dengan alam. Hal tersebut tentunya memiliki keuntungan tersendiri, di mana kita akan merasa lebih familiar dan terkait dengan karya 3 dimensi. Namun terkadang hal tersebut justru mengurangi daya apresiasi kita terhadap karya 3 dimensi. Apresiasi karya seni rupa 3 dimensi justru terkadang membutuhkan penghayatan lebih karena berisiko kurang memancing imajinasi. Oleh karena itu, terkadang seniman akan dengan sengaja membuat berbagai gaya yang melepaskan berbagai kemiripan karyanya dengan alam. Misalnya, dengan tidak mengecat karya patung mereka dengan warna yang realistis, agar mendapatkan perhatian lebih sebagai suatu objek seni dan tidak terasa seperti objek sehari-hari. Mengapresiasi Karya Seni Rupa 3 Dimensi Lantas bagaimana sebetulnya langkah untuk melakukan apresiasi karya seni rupa 3 tiga dimensi? Sebetulnya, perkara ini hampir sama saja dengan cara mengapresiasi karya seni rupa dua dimensi. Hanya saja, terdapat dimensi lain yang dapat kita jamah pada karya ini. Dimensi z yang tidak ada pada karya dua dimensi menjadi tonjolan utama dalam mengapresiasi karya seni rupa 3 dimensi. Dimensi ini memungkinkan kita melihat karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai sudut. Kita dapat melingkarnya dan setiap sudut pandang akan berbeda. Misalnya, kita mampu melihat bagian depan, samping, atau bagian belakang suatu patung. Bahkan dalam beberapa karya kita bisa saja masuk ke dalamnya, seperti pada karya instalasi yang melibatkan suatu ruangan dalam karyanya. Beberapa karya juga memungkinkan kita untuk menyentuhnya, meskipun kebanyakan museum akan melarangnya jika karya yang dipajang berupa patung. Namun, dalam beberapa kesempatan kita justru dipersilakan dan bahkan diminta untuk menyentuh bagian tertentu, terutama sesuatu yang dapat dikendalikan seperti tombol interaktif, menulis sesuatu pada karya, dsb. Berbagai hal tersebut menambah dimensi yang harus kita jelajahi pula dalam upaya mengapresiasi karya seni rupa tiga dimensi. Namun, sebelum menyentuh berbagai dimensi baru tersebut, apresiasi karya seni rupa 3 dimensi tetap mengharuskan kita untuk mengenali dan memahami berbagai struktur dasarnya terlebih dahulu. Hal itu karena dengan menganalisis satu-persatu struktur dan unsur yang membangun suatu karya akan memungkinkan kita melakukan berbagai evaluasi terhadap karya secara menyeluruh. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab agar kita mampu melakukan apresiasi karya seni rupa 3 dimensi meliputi Bahan yang digunakan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi tersebut? Dapatkah kita mengidentifikasi teknik yang digunakan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi tersebut? Alat apa yang digunakan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi itu? Apa saja unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi tersebut? Objek apa saja yang ada pada karya seni rupa tiga dimensi tersebut? Bagaimanakah penataan unsur-unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi tersebut? Apakah karya seni rupa tiga dimensi tersebut memiliki fungsi benda pakai? Karya seni rupa tiga dimensi seperti apa yang paling menarik untuk kita? Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 30 Pada akhirnya agar dapat melakukan apresiasi karya seni rupa 3 dimensi, kita juga harus mengetahui berbagai konsep, dan aspek dari penciptaan seni rupa tiga dimensi itu sendiri. Pengetahuan tersebut dapat kita mulai dari mengenal jenis, tema dan fungsi karya seni tupa tiga dimensi yang akan dipaparkan pada beberapa uraian di bawah ini. Jenis, Tema dan Fungsi Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 30 seperti karya seni rupa dua dimensi, berdasarkan fungsinya, karya seni rupa tiga dimensi juga dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai seni rupa terapan/applied art; dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi ekspresi saja seni rupa murni – fine art/pure art. Perbedaan fungsi pada sebuah karya seni rupa ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan daya guna bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, karya seni rupa terapan akan dibuat seberguna dan senyaman mungkin namun tetap tampak indah. Oleh karena fungsi terapan atau fungsi praktis pakai sebuah karya seni rupa adalah aspek utama yang harus diperhatikan, maka dalam pembuatan karya seni rupa ini seorang perupa atau dalam konteks seni rupa terapan lebih sering dipanggil sebagai seorang desainer, akan mempertimbangkan aspek tersebut sebelum menambahkan unsur lainnya. Sebaliknya karya seni rupa murni hanya akan menciptakan karya seindah atau semenggugah mungkin dengan memperhatikan setiap rincian detail yang menaunginya. Tema Seni Rupa Tiga Dimensi Karya seni rupa tiga dimensi juga dapat dikategorikan berdasarkan temanya. Seorang perupa akan memilih tema tertentu sebagai bagian dari konsep berkaryanya. Dengan penentuan tema, seorang perupa akan memilih objek dan medium berkaryanya. Tema yang sama dari beberapa orang perupa sangat mungkin diungkapkan dengan gaya, objek, dan medium yang berbeda. Karya seni rupa tiga dimensi dengan tema yang sama dapat ditampilkan melalui seni patung, seni instalasi, maupun seni bangunan. Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi Karya seni rupa tiga dimensi juga memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang, dan bentuk, seperti karya seni rupa dua dimensi. Terdapat beberapa unsur lain seperti unsur penelusuran dan unsur sentuhan haptic pada karya seni rupa tiga dimensi. Berbagai unsur seni rupa tambahan untuk seni rupa 3 dimensi dapat di simak pada tautan di bawah ini. Baca juga Nirmana 3d Trimatra; Menjelajahi Dimensi Ketiga Selain digunakan dan diatur sedemikian untuk memperindah bentuknya, unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi ini dapat saja memiliki makna simbolis. Berbagai makna simbolis tersebut mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Hal itu karena setiap daerah atau masyarakat memiliki konvensi atau persetujuan mengenai simbol akan sesuatu yang berbeda. Ambil contoh warna putih berarti suci di tanah Sunda, namun di Sulawesi warna putih dapat berarti warna dengan asosiasi negatif seperti kematian. Nilai Estetis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Tentunya sebagai salah satu jenis karya seni, seni rupa 3 dimensi juga memiliki nilai estetis. Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat objektif dan subjektif. Nilai Estetis Objektif Suatu nilai estetis yang bersifat objektif berarti memandang keindahan karya seni rupa pada wujud karya seni itu sendiri yang tampak secara kasat mata. Dalam pandangan objektif ini, nilai estetis atau keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan objek pas sehingga tampak seimbang dan membentuk kesatuan, dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa secara objektif. Nilai Estetis Subjektif Berbeda halnya dengan nilai estetis yang bersifat subjektif, keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fi sik yang ditangkap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera orang yang melihatnya. Contohnya, ketika kita melihat sebuah karya seni rupa, kita mungkin tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya. Namun orang lain belum tentu merasakan hal yang sama. Bisa jadi orang lain justru kurang tertarik pada karya tersebut dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subjektif. Dalam ranah yang subjektif, perupa dan penikmatnya harus berada pada zona kesukaan yang sama agar dapat berhasil. Hal ini yang menyebabkan mengapa banyak bermunculan suatu komunitas seni yang khusus mendiskusikan dan berkarya dengan gaya, bahan, dan bahkan medium yang spesifik. Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi Salah satu karya seni rupa tiga dimensi adalah patung. Karya seni patung memiliki berbagai ragam dan jenis yang tersusun dari berbagai medium pula. Terdapat patung yang terbuat dari batu, kayu, logam, bahkan bahan limbah yang didaur ulang. Untuk berkarya seni rupa tiga dimensi sebetulnya tahapan yang dilalui masih sama dengan berkaya seni rupa dua dimensi. Di bawah ini adalah beberapa langkah berkarya seni rupa tiga dimensi seperti yang disampaikan oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 40 sebagai berikut. Mencari dan menemukan ide yang akan dibuat patung Membuat sketsa Memilih alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat patung Berkarya patung sesuai dengan sketsa, alat dan bahan yang telah dipilih Cobalah agar tidak melewatkan salah satu dari empat langkah sederhana tersebut. Hal itu karena langkah-langkahnya mungkin memang sederhana, tetapi setiap poin tersebut memiliki tingkat kesulitan teknis yang justru jauh dari sederhana. Oleh karena itu, pastikan tidak melewatkan satu langkah pun untuk mempermudah prosesnya. Sebagai catatan akhir berkarya juga dapat menambah kemampuan apresiasi seni rupa 3 dimensi pula. Mengapa? karena kita akan merasakan langsung seperti apa sulitnya dalam membuat karya seni rupa 3 dimensi. Inilah mengapa beberapa profesi seni non seniman seperti kurator, pemilik galeri, kritikus seni, dan profesi seni lainnya terkadang menyepatkan waktu untuk mencoba sendiri berkarya layaknya seperti seorang seniman. Referensi Tim Kemdikbud. 2018. Seni Budaya XII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
63% found this document useful 8 votes7K views10 pagesDescriptionMakalah Seni Rupa 3 DimensiCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?63% found this document useful 8 votes7K views10 pagesMakalah Seni Rupa 3 DimensiJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai “KERAJINAN SENI RUPA TIGA DIMENSI yaitu membuat vas bunga berbahan dasar limbah. Makalah ini dibuat dengan berbagai bahan informasi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya saran serta kritik yang membangun sangatlah saya harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua Banjarsari, 7 Desember 2013 Nuning Y DAFTAR ISI Kata Pengantar ......................................................................................... i Daftar isi ..................................................................................................... ii Bab I Pendahuluan .................................................................................. 1 A. Latar Belakang ......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................. 1 C. Tujuan ....................................................................................... 1 Bab II Isi ....................................................................................................... 2 A. Desain ...................................................................................... 2 B. Alat dan Bahan ...................................................................... 4 C. Langkah-langkah Pembuatan Vas Bunga ........................ 4 D. Langkah Pengerjaan .............................................................. 4 E. Trik ............................................................................................ 5 Bab III Penutup .......................................................................................... 6 A. Kesimpulan ............................................................................... 6 B. Saran .......................................................................................... 6 C. Daftar Pustaka .......................................................................... 7 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Limbah adalah nama lain dari sampah, biasanya dianggap barang yang sudah tidak dipakai lagi. Limbah sebenarnya dapat dimanfaatkan yaitu dibuat menjadi karya seni. Pada saat ini peluang usaha membuat kerajinan dari limbah sangat menjanjikan. Karena pada dasarnya limbah juga bisa menguntungkan bagi kehidupan kita, jika kita bisa mendaur ulangnya kembali. Intinya bisa mempunyai nilai tambah bila diolah dengan benar dan bernilai ekonomi tinggi dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Bias kita amati, banyak sekali produk dipasaran yang terbuat dari bahan limbah, kita sebut saja daur ulang. Sesuai dengan tugas Seni Budaya di SMA Negeri 1 Banjarsari, dalam makalah ini saya ingin membuat kerajinan kerajinan seni rupa 3 Dimensi mebuat Vas Bunga. B. Rumusan Masalah Makalah ini berisi penjelasan tentang pemanfaatan barang bekas yang bisa digunakan sebagai media pengembangan kreatifitas. C. Tujuan Tujuan saya membuat karya seni ini untuk memenuhi tugas mata peljaran SBK. Walaupun simple akan tetapi saya berusaha membuatnya sekreatif mungkin sehingga akan tercipta karya seni yang memiliki nilai dan harga jual. Pembuatan karya seni ini terbuat dari limbah sehingga kita berperan juga dalam mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan. BAB II ISI Seni rupa tiga dimensi membuat kerajinan tangan dari daur ulang bahan yang sudah tidak terpakai, yaitu “ membuat vas bunga. A. Desain Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Kemudian, kata “desain” dapat digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja. Dalam artian yang lebih luas, desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi. Desain dikenakan pada bentuk sebuah rencana, dalam hal ini dapat berupa proposal, gambar, model, maupun deskripsi. Jadi dapat dikatan, desain merupakan sebuah konsep tentang sesuatu. Desain lahir dari penerjemahan kepentingan, keperluan, data maupun jawaban atas sebuah masalah dengan metode-metode yang dianggap komprehensif, baik itu riset, brainstorming, pemikiran maupun memodifikasi desain yang sudah ada sebelumnya. Seorang perancang atau orang yang mendesain sesuatu disebut desainer, namun desainer lebih lekat kaitannya dengan profesional yang bekerja dilingkup desain yang bekerja untuk merancang sesuatu yang menggabungkan atau bereksplorasi dalam hal estetika dan teknologi. Desainer menjadi kata depan untuk menspesifikasi bentuk pekerjaan apa yang secara profesional digarapnya, seperti desainer fashion, desainer komunikasi visual, desainer interior, desainer grafis, dan sebagainya. lebih spesifik desain merupakan sebuah aktifitas yang bertujuan untuk membangun kualitas multi elemen dalam sebuah objek, proses, layanan dan sistem mereka dalam siklus hidup produk tersebut. Oleh karna itu, desain merupakan faktor utama inovasi manusia dalam teknologi dalam prosesnya berintegrasi dengan budaya, sosial dan ekonomi. Mendesain merupakan sebuah pola perncangan yang melalui berbagai proses dan pertimbangan estetika, fungsi, masalah, survei dan banyak aspek lain, sehingga seorang yang memilih berprofesi sebagai desainer membutuhkan keahlian, penelitian, pemikiran, model dan pengalaman tertentu dalam orientasinya meng-out-put sebuah karya desain. Sehubungan dengan defenisi tersebut untuk menemukan nilai struktural, organisasi, fungsi dan ekspresi dengan bidang lain, desain mengemban tugas besar dalam meningkatkan kelestarian global dalam hal lingkungan dan pengolahannya, desain juga dituntut mampu memberikan manfaat dan kebebasan kepada seluruh komunitas manusia baik secara individu, maupun kolektif, desain memiliki implikasi yang cukup luas dalam pembentukan pola berpikir pasar karna desain menjadi salah satu pendukung keanekaragaman budaya dari berbagai belahan dunia, sehingga desain harus hadir dengan form yang mapan saat lahir sebagai sebuah produk baik dalam teori, visual maupun objek dan koheren dengan kompleksitas yang muncul ditengah-tengah masyarakat. desain saat ini melibatkan spektrum yang luas dimana berbagai profesi, produk, layanan, grafis, interior, arsitektural dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, desainer muncul sebagai individu maupun komunitas yang bertanggung jawab dalam perkembangan dunia yang multi-dimensional. Dengan defenisi desain yang cukup luas, desain memiliki segudang spesifikasi yang profesional dibidangnya masing-masing, dan belum ada satu institusi yang dapat mengumpulkan semua manifesto desain tersebut secara keseluruhan, meski demikian bukan berarti kita tidak menemukan sekolah-sekolah yang memprakarsai lahirnya desainer-desainer. B. Alat Dan Bahan 1. Alat Gunting Cuter Ampelas 2. Bahan Tempurung kelapa Lem Sterofom Kaleng susu Cat pernis C. Langkah-langkah Pembuatan Vas Bunga 1. Siapkan semua bahan-bhan yang diperlukan 2. Bersihkan kaleng bekas dan buka tutupnya 3. Ampelas batok kelapa sampai halus 4. .bersihkan batok kelapa yang sudah diampelas 5. Jemur batok di bawah terik matahari dan ditumbuk kecil-kecil 6. Oleskan lem pada kaleng susu 7. Tempelkan pecahan batok ke kalong 8. Masukkan sterofom ke dalam kaleng sesuai dengan ukuran kaleng supaya penepatan tangkai bunga selalu tegak 9. Jemur kemali agar lem keriing dan batk menempel dengan sempurna 10. Untuk hasil yang lebih bagus gunakan cat vernis D. Trik Biasanya barang bekas yang menumpuk di rumah anda hanya akan di buang ke tempat sampah atau di jual ke tukang rongsok padahal barang-barang bekas tersebut dapat di manfaatkan menjadi bentuk-bentuk kerajinan yang menarik BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Jadi sekarang kita semua tahu bahwa yang namanya sampah itu bisa di manfaat kan atau diolah menjadi barang yang berguna dan bernilai jual yang tinggi. Kita harus pandai-pandai mengolah bahan bahan itu agar berguna. B. Saran Seharusnya kita lebih kreatif dalam mengolah bahan bahan yang sudah tidak terpakai. Jangan hanya bisa beli, tunjukan kemampuan di dalam diri sendiri jadikan itu sebagai kreatifitas. DAFTAR PUSTAKA
makalah seni rupa 3 dimensi